
Hanya Rama yang mampu membuat Shinta berdebar ketika memandangnya. Bahkan, walau dari jauh sekalipun.
Di saat Shinta yang terlampau nyaman menjadi pemuja, tiba-tiba keadaan memutarbalikkan kenyataan dan menghidupkan
imajinasinya. Membuat Shinta harus bertahan antara masih ingin memuja diam-diam atau maju untuk berusaha mendapatkannya. Dari hanya memuja menjadi memiliki.
***
“Rama & Shinta versi remaja, mengajarkan penantian yang tidak ada habisnya, dan tentang rasa yang sukar untuk menghilang.”
–L. Melanie (Penulis Vapor)
“Perasaan Shinta di sini kerasa banget,buku ini sangat bagus untuk pelajaran kita sebagai secret admirer. Recommended!”
–Margareth Natalia (Penulis Inquieto)
“I've been a secret admirer myself. Jadi tau gimana perasaan Shinta.
Aduh, jantung gue lari bareng Shinta. Berasa jalan ke memory lane.”
–Jealoucy (Penulis Hearthbeat)




