Tentang buku

Seumpama matahari, ia tidak pernah mengharapkan cahaya dari bumi. Ia selalu memberikan cahayanya.
Biarpun bumi tidak merasakan.

Kami bangun, menembak sesekali ke arah teriakan tadi. Inilah cara terakhir. Zen membidik. Tembakannya berirama khas. Irama inilah yang ditakuti pasukan tentara pemerintah. Mereka sudah hafal irama ini. Tak seorang pun di antara kami jatuh korban atau cedera.
Namun, kini nyawa kami terancam oleh banyaknya racun mesiu terhirup. Kami harus mendapatkan air sebagai penawar. Kalau tidak, kami bisa mati keracunan….

Novel ini mengisahkan sekelompok pejuang yang kerap terancam maut di hutan, juga naluri, kesetiaan, dan hubungan cinta dengan seorang gadis. Sebuah novel sejarah kontemporer yang sangat penting, dan ditulis dengan amat manusiawi dan menyentuh. Layak dibaca semua orang, semua tingkatan, dan semua umur.

Tentang Penulis

Daftar isi

Isi

Rekomendasi

Review penerbit