
Popok Sekali pakai (tebal,ber-perekat,dan dapat menampung pipis banyak sekali pakai) menurut survey, ternyata diyakini dapat lebih membatasi proses berjalan Batita ketimbang popok kain.
Hal ini dikarenakan oleh bentuk dan ketebalannya.
Selain itu popok tebal tersebut disinyalir kurang hygienis karena kulit bayi yang masih sensitive terkena cairan selama popok tidak di ganti, sehingga menyebabkan ruam pada kulit bayi. bayi pun menjadi rewel dan tidak nyaman, selain cost menjadi lebih tinggi.
Kebutuhan popok tebal seperti itu efektif digunakan apabila mengajak si baby berpergian, namun apabila di rumah,alangkah nyamannya apabila baby menggunakan clothes diapers
ini karena bahannya pun nyaman dan adem di kulit :)

Popok kain (Cloth Diaper) membuat si kecil selalu merasa “kering”.
Dalam jurnal Development Science yang ditulis oleh Whitney G. Cole, Jess M Lingeman dan Karen E. Adolph, berdasarkan survey pada 60 bayi yang dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu: tidak memakai popok, menggunakan popok kain dan popok sekali pakai (diapers). Dari jumlah tersebut, ada 30 bayi yang berusia 13 bulan dan 30 bayi lainnya berusia 19 bulan yang sudah pandai berjalan.
Saat diteliti, sekitar 10 batita berusia 13 bulan yang tidak memakai popok sama sekali terjatuh saat berjalan. Lalu, 21 batita yang memakai popok kain terjatuh ketika berjalan. Sementara , 17 batita yang memakai diapers terjatuh saat berjalan. Sementara itu batita yang berusia 19 bulan, ketika diteliti, hanya empat anak yang terjatuh saat berjalan, dan fakta menunjukkan mereka tidak memakai popok sama sekali. Sementara, delapan batita yang memakai popok kain sempat terjatuh saat berjalan.