
Tuntutan zaman yang serba cepat dan ringkas tampaknya telah diantisipasi oleh Imam al-Ghazali. Kitab Ihya Ulumiddin yang monumental itu diringkas sendiri oleh beliau sehingga intisari dan tujuan kitab tersebut tetap terjaga. "Kuringkas buku ini karena sulitnya membawa buku Ihya dalam perjalanan."




