
Dari sudut kampung Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, sebuah daerah yang bagi banyak orang dianggap ebagai tempat kumuh yang dekat dengan kriminalitas hadirlah sebuah group band Tipe-x yang didirikan oleh Tresno, Yoss, Micky dan Hendro. Empat orang pemuda yang berusaha dari kata pecundang dengan mimpi sederhana untuk membuat band yang mampu menembus pasar nasional walau dengan modal nekad dan kebersamaan.
Ketenangan yang akhirnya mampu mereka raih diiringi oleh banyak kebencian dari berbagai kalangan dan sayangnya tidak berlangsung lama. Kejatuhan mulai mereka rasakan di tahun 2005 hingga mencapai titik terendah di 2010. Keuangan yang mengerin, album yang tak kunjung menghasilkan hingga harus berganti lable dan managemen merupakan jalan terjal kedua yang harus dihadapi. Namun hingga kini Tipe-x mampu bertahan bahkan menjadi semakin besar.




