
Aku yakin tidak sedikit dari kita yang diam-diam menanti datangnya liburan. Bayangkan saat kita libur dari sekolah. Libur dari guru. Libur dari PR-PR. Seandainya saja kita bisa libur dari kemarahan orangtua kita. Liburan adalah ketika kamu dan aku mengalami petualangan bersama. Kita menyimpan sifat kita yang paling tak terduga untuk dikeluarkan pada saat liburan. Kita tetap menunggu liburan, meskipun harus melaluinya di sebuah pondok runcing angker, di mana hari-hari kita digentayangi hantu kalung yang dapat bernyanyi. Karena kita tahu, bahwa tidak ada hantu yang lebih menakutkan daripada melakukan kegiatan yang sama secara berulang-ulang. Dan apabila besok sama dengan hari ini.




