HILO TEEN SUSU MASA PERTUMBUHAN 

RENDAH LEMAK TINGGI KALSIUM


Hanya untuk pembelian wilayah Jadetabek

(Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi)


HiLo Teen, susu tinggi kalsium rendah lemak paling enak untuk tumbuh ke atas, gak ke samping!
Masa pertumbuhan kamu membutuhkan asupan kalsium yang lebih tinggi daripada orang dewasa.
Tapi, jangan sampai susu yang kamu minum malahan membuat badanmu jadi gendut! Susu HiLo Teen sangat mengerti kebutuhanmu.

 

Berikut kandungan susu HiLo Teen yang bisa membantu kamu:
1. Kalsium yang tinggi (600 mg per sajian) untuk kebaikan tulangmu,
2. Lemak yang rendah biar ga bikin badan kamu melar ke samping, dan
3. Kombinasi vitamin B1 dan B2 yang memberi kamu tambahan energi untuk beraktivitas.
4. Dilengkapi dengan 74 mineral organik (termasuk kalsium, magnesium, zinc, ferum, fosfor,
dan selenium, dll) dari alga merah yang bantu pertumbuhan optimalmu

TUMBUH ITU KE ATAS BUKAN KE SAMPING !!


Tersedia dalam berbagai rasa :


1. Hilo Teen Coklat 500gr


2. HILO TEEN COKLAT 750GR


3. HILO TEEN VANILLA CARAMEL 750GR



Tips2 dan info buat kamu2 yang mau tumbuh biar gak ke samping......


TUMBUH KEATAS GAK KE SAMPING SEPERTI SNSD




 

Siapa yang ingin punya tubuh seramping Yoona? Kaki se-jenjang Seohyun? Atau muka mulus dan tirus seperti Jessica? Nah ini dia contekan pola makan dan olahraga yang dilakukan oleh personil SoShi agar selalu tampil prima.


Pola makan


Berdasarkan acara variety show di Korea, pola makan SNSD ternyata sama dengan pola makan orang kebanyakan, yakni tiga kali sehari. Jadi, mereka tidak kenal istilah melewatkan makan malam—apalagi melewatkan sarapan—untuk menjaga tubuhnya tetap terjaga. Yang membedakan adalah menu makanannya. Mereka memilih makanan dengan sumber yang beragam, serta dikukus atau dibakar. Misalnya:


Sarapan: Nasi (205 Kalori), dada ayam panggang (120 Kalori), brokoli kukus (9 Kalori), sayur mayur (25 Kalori)


Lunch: Nasi (205 Kalori), dada ayam panggang (120 Kalori), kubis (22 Kalori), salad paprika (Dressing: 77 Kalori), Almonds


Dinner: Ubi manis (180 Kalori), telur (80 Kalori perbutir), kubis (22 Kalori), salad paprika (Dressing: 77 Kalori)


Dengan pola makan seperti itu, tentunya mereka terhindar dari mengonsumsi terlalu banyak lemak, dan efeknya kaki jenjang mereka pun lebih terlihat. Kamu bisa juga mencontek pola makan sehat buat remaja di artikel ini.


 

Olahraga


 

Jangan harap bisa punya badan seperti SNSD tapi tidak bergerak! Masih di acara yang sama, para personil SNSD bercerita bahwa olahraga yang rutin mereka lakukan adalah variasi melompat dan menendang, mirip seperti lompat tali. Olahraga jenis ini termasuk ke dalam olahraga aerobik, sehingga cocok untuk membakar lemak dan membuat tubuhmu tumbuh ke atas gak ke samping. Kalau gerakannya terlalu rumit, kamu bisa rutin jogging sekurang-kurangnya 1 jam, tiga kali seminggu

 

 


MITOS DAN FAKTA SEPUTAR SUSU




Seberapa sering kamu minum susu? Kalau kamu masih takut minum susu karena mitos-mitos yang beredar, kamu wajib baca tulisan ini!

Susu sapi menyebabkan diare/mencret-mencret?

Untuk beberapa orang, susu sapi memang bisa menyebabkan mencret-mencret. Gejala ini disebut intoleransi laktosa, dan disebabkan karena tubuh tidak mampu mencerna laktosa (sejenis gula yang terdapat dalam susu. Berita baiknya, kamu bisa memilih yogurt untuk meraup manfaat kalsium tanpa dihantui mencret-mencret. Bakteri baik dalam yogurt mengubah laktosa hingga tidak menyebabkan mual dan diare seperti segelas susu. Susu HiLo Kacang Hijau juga bisa menjadi alternatif buat kamu yang sensitif susu.

Tubuh bisa dilatih untuk lebih toleran terhadap laktosa. Caranya adalah dengan minum susu encer pada awalnya, kemudian ditingkatkan kekentalannya secara bertahap.

Susu sapi justru menyebabkan osteoporosis karena mengasamkan darah?

 

Menurut mitos ini, pencernaan protein (termasuk protein susu) menghasilkan zat sampingan yang bisa mengasamkan darah, sehingga tubuh perlu memasok kalsium dari tulang untuk menetralkan keasaman darah. Walaupun kami tidak menemukan pembenaran atas teori asam-basa tersebut, penelitian yang dilakukan oleh USDA Human Nutrition Research menemukan bahwa, konsumsi protein yang tinggi justru berhubungan dengan massa tulang yang lebih kuat. Selain itu, pengamatan terhadap gadis remaja di Sheffield, Inggris, menemukan bahwa remaja yang mengonsumsi susu memiliki massa tulang yang lebih tinggi dibanding remaja yang tidak minum susu.

Sumber : Blog Nutrisi


PERUBAHAN YANG TERJADI DIMASA REMAJA

Masa remaja adalah masa yang penuh perubahan. Ya, di masa inilah pertumbuhan dan perkembangan tubuh terjadi dengan sangat pesat. Ingin tahu perubahan apa saja yang umum dialami saat masa remaja? 


Pertumbuhan tinggi badan Salah satu perubahan yang paling terlihat di masa remaja adalah perubahan ukuran fisik. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan tulang yang diimbangi dengan penambahan berat otot tubuh terjadi dengan sangat pesat. Yang terlihat, berat badan bertambah dan tubuh pun semakin meninggi. Pertambahan berat dan tinggi badan ini biasanya dimulai pada usia 10-12 tahun di anak perempuan dan pada usia 12-14 tahun di anak laki-laki. Proses pertumbuhan dan perkembangan ini akan selesai pada usia 17-19 tahun di anak perempuan dan usia 20 tahun di anak laki-laki. Secara rata-rata, penambahan tinggi badan yang terjadi pada anak perempuan di masa remaja dapat mencapai 20.5-25 cm. Dan di anak laki-laki, tinggi badan dapat bertambah hingga 30 cm.


Tips: Agar pertumbuhan dan perkembangan tubuh di saat remaja optimal, nutrisi yang lengkap sangatlah penting. Apa saja yang diperlukan? Protein sebagai bahan dasar penyusun sel dan otot tubuh, zinc untuk menjaga kesehatan tulang dan sintensis protein, zat besi untuk mencegah anemia, kalsium dan vitamin D untuk tulang dan gigi yang kuat, serta vitamin B agar tetap berenergi.

Perkembangan otak dan fungsi kognitif Walaupun tidak terlihat secara kasat mata, perkembangan otak dan fungsi kognitif saat remaja sesungguhnya tidak kalah pesatnya. Contohnya apa tuh? Kemampuan untuk berpikir dengan lebih abstrak mulai terbentuk. Artinya, kita, remaja tidak lagi melihat dunia secara ‘hitam-putih’ dan mulai berpikir untuk menyusun rencana dan tujuan jangka panjang. Selain itu, kemampuan untuk menganalisa situasi dan hubungan sebab-akibat secara logis pun mulai berkembang. Kamu juga mengalami demikian kan? Perubahan dalam fungsi kognitif ini seringkali membuat remaja lebih senang berkumpul bersama teman dibandingkan keluarga. Padahal, orang tua tetaplah ‘teman terbaik’ untuk berdiskusi, terutama saat pengambilan keputusan penting.


Tips: Agar perkembangan otak dan fungsi kognitif optimal, pastikan kebutuhan omega-3, omega-6, zat besi, dan protein terpenuhi. Semua nutrisi ini diperlukan untuk pembentukan dan perkembangan jaringan di otak dan sistem syaraf.

Pubertas Pada masa pubertas, terjadi perkembangan sistem dan organ reproduksi yang akan berpengaruh pada fertilitas nantinya. Yang terutama terjadi pada masa pubertas adalah perubahan hormon yang berkaitan dengan sistem reproduksi. Hal ini dapat menyebabkan perubahan bentuk dan komposisi tubuh, ketidakstabilan mood atau suasana hati (alias galau!), serta timbulnya jerawat. Pada anak perempuan, masa pubertas biasa dimulai pada usia 10-13 tahun. Anak laki-laki biasanya memasuki masa pubertas lebih lambat, yaitu pada usia 11-14 tahun.


Tips: Nutrisi berperan penting dalam perkembangan dan ‘kematangan’ sistem reproduksi. Asupan nutrisi yang tidak mencukupi dapat menyebabkan perkembangan sistem reproduksi terhambat.

Wah, begitu banyak perubahan yang terjadi saat kita remaja, Teens... Seperti telah dijelaskan di atas, asupan nutrisi yang lengkap dan mencukupi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan di masa ini. Sayangnya, banyak remaja yang kurang mengonsumsi ‘makanan sehat (seperti buah, sayur, dan susu)’ dan terlalu banyak mengonsumsi ‘makanan tidak sehat yang tinggi gula, garam, dan lemak’. Bahayanya, hal ini dapat berakibat buruk bagi kesehatan nantinya. Jadi, mulailah hidup sehat dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi yang bervariasi dan lengkapi dengan rutin berolahraga. References:


Adolescent Growth and Development. 2009. Virginia Cooperative Extension: Virginia State University.

Developing Adolescents: A Reference for Professionals. 2002. American Psychological Association.

What is Adolescence? 2013. U.S. Department of Health & Human Services: Office of Population Affairs.

The Growing Child: Adolescent (13 to 18 Years). 2013. Lucile Packard Foundation for Children’s Health.

Guidelines for Adolescent Nutrition Services: Chapter 1. Adolescent Growth and Development.

 

Teen Nutrition: Helping Teens Make Healthy Food Choices. 2013. Dairy Council of California.


MITOS-MITOS SEPUTAR MENAMBAH TINGGI BADAN


Sering dengar mitos-mitos tentang tinggi badan remaja yang sering kamu dengar? Atau, jangan-jangan selama ini kamu sudah terjebak di kegiatan yang sia-sia? Cek mitos-mitos dan faktanya disini! Kamu juga bisa menuliskan komentarmu di bawah.


Mitos atau Fakta: Renang/basket/lompat tali bikin tubuh tinggi


Siapa yang setelah mendengar ini jadi rutin berenang? Atau jangan-jangan ada di antara kamu yang selalu lompat tali di saat senggang? Sebenarnya, basket, renang, ataupun lompat tali bisa membantu kamu tumbuh tinggi, karena olahraga rutin yang menggerakkan seluruh tubuh mampu memancing tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan1. Fakta jawabannya!


Mitos atau Fakta: Kurang tidur bikin pendek


Ya, ini adalah mitos yang ada muatan faktanya. Tubuh kamu bertumbuh dan berkembang justru di malam hari, ketika kamu sedang tidur nyenyak. Selama kamu tidur, tubuhmu menginstruksikan tulang dan ototmu untuk bertumbuh dan bertambah melalui hormon pertumbuhan2. Oleh karena itu, hindari bergadang dan cukupi kebutuhan tidurmu. Kamu juga sudah tahu kan kalau kurang tidur dapat menyebabkan obesitas? 


Mitos atau Fakta: Tidur terlentang bisa bikin tambah tinggi


Nah, kalau yang ini masih mitos! Belum ada penelitian yang menyebutkan kalau posisi tidur tertentu bisa memacu atau bahkan menghambat pertumbuhan. Namun, mengingat pertumbuhan terjadi saat tidurmu nyenyak, pilihlah posisi tidur yang paling nyaman dan rileks menurut kamu.


Mitos atau Fakta: Tas punggung yang terlalu berat bikin pendek


Nah, lho! Bagaimana dengan tasmu? Tas yang terlalu berat akan memaksa kamu untuk menopangnya dengan cara agak membungkuk ke depan. Posisi ini akan menekan bantalan sendi dan membuatmu terbiasa berjalan bungkuk, sehingga kamu terlihat lebih pendek3. Kalau tasmu memang terlalu berat, coba kurangi jumlah buku yang dibawa setiap harinya.


Mitos atau Fakta: Kalau cegukan, artinya mau tambah tinggi


Kalau yang ini sih jelas mitos! :) Cegukan terus menerus bukan berarti tubuhmu akan meninggi. Banyak penyebab cegukan, seperti kebanyakan makan, perubahan suhu, atau stres4, tapi bertambah tinggi bukanlah salah satunya.


Bonus: Cara mudah (kelihatan) tinggi


Mau tahu cara mudah untuk terlihat lebih tinggi? Ternyata mudah, cukup berdiri dengan tegak dan proporsional. Berdiri tegak membantu kamu terhindar dari sakit leher, bahu, dan punggung bawah4. Selain itu, berdiri tegak juga bikin kamu lebih pede dan positive thinking, lho5! Kombinasikan dengan olahraga teratur dan asupan nutrisi yang cukup, tentu kamu akan lebih mudah untuk tumbuh ke atas, nggak ke samping.


Referensi:


ACSM Health & Fitness Journal 16 (7): 19-24

Ann. N.Y. Acad. Sci. 1193 (2010): 48–59

Livestrong. (2011). What are the Dangers of Heavy Backpacks for Children?

Livestrong. (2010). Seven Posture Tips.

PsyBlog. (2009). Sit Up Straight! Be Confident!

 

Cek tips tumbuh tinggi di sini


TIPS DAN CARA MENINGGIKAN BADAN


Faktor keturunan/genetik memang berpengaruh terhadap tinggi badan, tetapi kamu bisa menambah tinggi badan dengan memperhatikan 3 faktor ini:


1. Nutrisi untuk Menambah Tinggi Badan


Tinggi badan erat kaitannya dengan nutrisi, terutama mineral yaitu kalsium untuk pertumbuhan tulang. Cukupi kebutuhan kalsium kamu untuk pertumbuhan tulang dengan minum susu tinggi kalsium secara rutin 2 kali sehari, dan makan makanan bergizi. Masih ingat 4 sehat 5 sempurna kan? Kita yang masih dalam usia pertumbuhan tentu perlu menerapkan pola makan yang sehat, perhatikan juga nutrisi lain yang akan menunjang pertumbuhan kamu.   


2. Olahraga Penambah Tinggi Badan


Olahraga apa saja, terutama olahraga aerobik seperti berenang, basket, bulu tangkis, sepakbola, dapat meningkatkan hormon pertumbuhan dan bantu meninggikan badan. Pilih olahraga yang paling cocok dan kamu sukai supaya lebih enjoy, tanpa beban dalam menjalaninya. Sempurnakan olahraga dengan stretching karena stretching dapat membantu memperbaiki postur tubuh. Tubuh tinggi dengan postur tegap, siapa yang ga mau!   


3. Istirahat (tidur malam)


Kamu tidur kurang dari 8 jam sehari? Mungkin ini saatnya untuk mengurangi waktu nonton TV, main game, dan lainnya. Mengapa? Tidur sangat penting dalam proses menambah tinggi badan karena tubuh memproduksi hormon pertumbuhan saat kita tidur, lho! Remaja disarankan untuk tidur cukup yaitu sekitar 8-9 jam per harinya. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa saat tidur, wanita memproduksi 1.5 – 2.5 kali hormon pertumbuhan lebih banyak dibandingkan pria.


Baca Tips Tidur Lelap kalau merasa kesulitan tidur malam.   Baca juga Mitos-mitos Seputar Menambah Tinggi Badan.


Reference:


 

Wideman, L., Weltman, J. Y., Shah, N., Story, S., Veldhuis, J.D., Weltman, A. (1999). Effects of gender on exercise-induced growth hormone release. The American Physiological Society 87, 1154-1162.




23.07
2013
Your Body Changes! Perubahan Yang Terjadi di Masa Remaja