
"Kamu tahu kesalahan kamu apa?" tanya Mbak Polwan sambil menatap gue dengan sinis, tangannya bersila di depan dada.
"Err-nggak tau, Mbak," jawab gue dengan polosnya.
"Cowok tuh emang nggak peka, ya!" Nada Mbak Polwan itu tiba-tiba meninggi.
"Loh?! Salah saya apa?!"
"Pikir aja sendiri!" Mbak Polwan buang muka, tangannya masih bersila di depan dada.
"K-k-kenapa, Mbak? Saya nggak tau kenapa diberhentiin di sini. Saya ngerasa nggak salah apa-apa!" Gue semakin bingung dengan sikapnya.
"AH! SEMUA COWOK EMANG SAMA AJA!" Mbak Polwan langsung melengos pergi.
Gue yang ditinggal cuma bisa jilatin knalpot panas dengan kesal.
****
Menghadapi cewek PMS kayak di atas, cuma sebagian kecil dari banyaknya keribetan soal hubungan. Ya, sepanjang pengalaman jadi manusia (yang dulu tapir), gue berhasil mempelajari satu hal; kita semua harus 'berhubungan' dengan sekitar. Bentuknya bermacam-macam; bisa percintaan, persahabatan, persaudaraan, permantanan, atau perseroan.
Dalam buku ini, ada cerita tentang usaha gue jadi kakak yang baik, cucu yang berbakti, pacar yang bisa diandalkan, sampai jadi pria yang bisa ngobrol sama mobilnya. Emang nggak semuanya berhasil karena rintangan selalu ada. Tapi dalam kegagalan, gue belajar untuk jadi lebih baik…, dan mencegah relationship tidak menjadi Relationshit!
-Alitt Susanto-

Sebut saja Alit Susanto (A.K.A amit), pria yang disamarkan umur nya yang sampai sekarang masih bergelut dalam hal skripsi dan ntah kapan menuju pendadaran. Dia penulis asal Yogyakarta. Walaupun masih penulis baru, tapi menurut pembaca karya si amit ini udah oke banget lo. Dengan gaya tulisan nya yang jujur dan apa adanya. Biasanya novel-novel yang beredar sekarang penulis nya udah pada sukses semua. Tapi Alit Susanto adalah salah satu penulis yang memulai perjuangan menulisnya dari bawah. Sekarang ni, si amit sedang getol -getol nya promosiin buku nya via twitter dan blog. |



