
Semakin kuat keyakinan kita bahwa hanya Allah SWT yang kuasa memberikan pertolongan, maka akan semakin tangguh kita menghadapi musibah. Sebaliknya, semakin kita mencari penolong selain Allah SWT maka semakin resah hati kita dan semakin jauh dari pertolongan-Nya.”
—KH. Abdullah Gymnastiar, pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid, Bandung.
***
Terdapat hikmah yang besar di balik ujian dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Orang yang mampu “menangkap” hikmah di balik musibah dapat dipastikan sebagai pribadi yang tangguh. Keistimewaan ini hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang menganggap musibah sebagai bagian dari kasih sayang-Nya.
Sementara, orang yang menyikapi musibah dengan wajah muram, menyalahkan ketentuan Allah SWT serta berprasangka buruk kepada-Nya, niscaya tidak akan mendapatkan hikmah apa pun. Alih-alih memperoleh hikmah, kehidupannya bakal terasa susah lantaran jauh dari rahmat-Nya.
Nah, buku ini memberi tahu pembaca cara-cara indah menghadapi musibah. Mengubah musibah menjadi berkah!

Affan Fajrul Falaq, lahir di Pekalongan 17 Juli 1991. Menempuh pendidikan dasar hingga menengah atas di kota kelahirannya. Setelah itu, ia meneruskan pendidikannya di salah satu universitas Islam favorit di Yogyakarta.
Selain menempuh pendidikan formal, ia juga nyantri di berbagai pondok pesantren. Saat ini, bapak dari dua orang putra ini aktif mengisi kajian keagamaan di Yogyakarta. Karya tulisnya sudah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak maupun online.
Bagi pembaca yang menginginkan informasi lebih lengkap mengenai buku-buku kami, silakan akses www. divapress-online.com, atau silakan bergabung di Facebook Komunitas DIVA-Press, atau follow Twitter kami, @divapress01.



