
Sang Monster Muncul Persis Lewat Tengah Malam.
Seperti Monster-Monster Lain.
Tetapi, dia bukanlah monster seperti yang dibayangkan Conor.
Conor mengira sang monster seperti dalam mimpi buruknya,
yang mendatanginya hampir setiap malam sejak Mum
mulai menjalani pengobatan, monster yang datang bersama
selimut kegelapan, desau angin, dan jeritan…
Monster ini berbeda. Dia kuno, liar. Dan dia menginginkan
hal yang paling berbahaya dari Conor.
Dia Menginginkan K ebenaran.
Dalam buku karya dua pemenang Carnegie Medal ini, Patrick
Ness merangkai kisah menyentuh tentang cinta, kehilangan,
dan harapan. Ia menulisnya berdasarkan ide f inal
Siobhan Dowd, penulis yang meninggal akibat kanker.
Ini memang kisah sedih. Tetapi kisah ini juga bijak, kelam namun lucu dan
berani, dengan kalimat-kalimat singkat, dilengkapi gambar-gambar fantastis
dan keheningan-keheningan yang menggugah. A MONSTER CALLS merupakan
hadiah dari penulis luar biasa dan karya seni yang mengagumkan.




