Tentang buku

Siang itu, Tonton ingin membuktikan kesaktiannya. Dari atas menara sutet, dia mulai beraksi. Apa yang terjadi kemudian sungguh mengerikan. Sinar berwarna putih berkejap terang dan cepat, percikan api menghambur liar bagai kembang api di tahun baru. Tubuh Tonton terlontar dan terjun bebas dari ketinggian. Bau daging hangus pun meruak di sekitar jatuhnya Tonton. Syamsul yang sedari tadi menunggu di bawah merasa mual. Namun, ia baru benar-benar muntah ketika Tonton tiba-tiba bangkit dengan kulit wajah mengelupas, seperti daging salmon yang gosong. “Lihat! Gue nggak apa-apa, kan!” Tonton terkekeh sambil menuju hidungnya.

***

Manjali memang tidak bisa jauh dari hal-hal aneh dan seram. Lihat saja teman-temannya. Ada seorang penantang maut dengan q nyawa, jomlo ngenes yang jatuh cinta sama manneguin cantik, saudagar bakso dengan resep rahasia mengerikan, sampai suami-istri yang gemar menggigit krena terobsesi film Twilight. Persiapan dirimu untuk cerita-cerita ‘ajaib’ karena dalam Diary Manjali… tidak ada yang ‘normal’.


Api berkobar membakar seisi rumah. Perempuan yang terjebak di dalamnya menjerit minta tolong. Tubuhnya terbakar, dia menggapai-gapai tanganku. Aku sangat takut dan tidak bisa bergerak, sampai…, tangannya hampir meraihku!
AAAARGH!
Aku terkesiap, terbangun dari tidur. Kucoba mengatur napas dan mengelap keringat yang mengalir di dahi. Tiba-tiba, sudut mataku seperti menangkap sesuatu, s-s-sosok perempuan yang terbakar dalam mimpi tadi… terbaring di sampingku!
***

Dapat melihat dan berinteraksi dengan ‘mereka’ adalah anugerah sekaligus kutukan bagiku. Aku bersyukur atas banyak pengalaman yang tak terlupakan. Namun, tidak jarang juga aku menangis ketakutan dalam malam yang mencekam.
Namaku Ayumi. Ikuti kisahku dalam Creepy Diary 2, catatan seorang gadis indigo.

Tentang Penulis

Daftar isi

Isi

Rekomendasi

Review penerbit